Oleh:
Oleh: Sheila Ardilla Yughi, S.E., M.Si
Dosen Universitas Pamulang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Prodi Manajemen Program Sarjana
Pamulang – Upaya meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat terus dilakukan melalui berbagai program pemberdayaan yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Salah satunya diwujudkan oleh tim dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Manajemen S1 Universitas Pamulang melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang bertajuk “Membangun Kemandirian Ekonomi Ummat dari Rumah untuk Ibu Hebat dengan Skill Digital” yang diselenggarakan di Kelurahan Pondok Benda RT 02 RW 03, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan.
Pelatihan skill digital untuk Ibu rumah tangga
Kegiatan yang berlangsung pada 24–26 April 2026, dimana kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diketuai oleh Sheila Ardilla Yughi, S.E., M.Si., bersama tim dosen dan mahasiswa Universitas Pamulang. Program tersebut menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang menempatkan pengabdian kepada masyarakat sebagai salah satu pilar utama dalam mendukung pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat.
MEREKA YANG MENGUASAI WISATA ANTARIKSA
KOMODITAS ITU TERBUAT DARI RASA MALU, KEMARAHAN, HIBURAN, BAHKAN PENDERITAAN
SETIAP PEKERJAAN MEMILIKI CARA TERBAIK UNTUK DILAKUKAN
Di
tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan meningkatnya penggunaan platform
e-commerce di Indonesia, masyarakat dituntut untuk mampu beradaptasi dengan
perubahan pola bisnis yang kini semakin bergeser ke ranah digital. Kehadiran
marketplace seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, dan berbagai platform digital
lainnya telah membuka peluang besar bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha
tanpa harus memiliki toko fisik. Namun, peluang tersebut belum sepenuhnya
dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat, terutama kalangan ibu rumah tangga dan
pelaku usaha mikro yang masih memiliki keterbatasan dalam pemanfaatan
teknologi.
Melihat kondisi tersebut, tim PKM Universitas Pamulang berinisiatif menghadirkan program pelatihan dan pendampingan yang berfokus pada peningkatan keterampilan digital masyarakat. Program ini secara khusus menyasar ibu rumah tangga sebagai kelompok yang memiliki potensi besar dalam mendukung perekonomian keluarga melalui kegiatan usaha rumahan berbasis digital.
Menurut Ketua Tim PKM, Sheila Ardilla Yughi, bahwa “perkembangan teknologi sebenarnya telah menyediakan banyak peluang bagi masyarakat untuk memperoleh penghasilan tambahan bahkan membangun usaha yang berkelanjutan. Namun, rendahnya literasi digital dan kurangnya pemahaman mengenai strategi pemasaran modern masih menjadi hambatan utama yang perlu diatasi melalui edukasi dan pendampingan yang berkesinambungan.”
Kelurahan Pondok Benda dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki potensi usaha mikro dan kecil yang cukup besar, terutama pada sektor kuliner dan kerajinan. Banyak warga yang telah menjalankan usaha rumahan, namun belum mampu memaksimalkan penggunaan teknologi digital sebagai sarana promosi dan pemasaran produk. Selain itu, masih terdapat kecenderungan masyarakat untuk mencari pekerjaan di luar daerah dibandingkan mengembangkan potensi usaha yang dimiliki di lingkungan sendiri.
Dalam tahap awal pelaksanaan program, tim dosen melakukan observasi dan dialog bersama tokoh masyarakat, pengurus lingkungan, serta warga setempat untuk mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat. Hasil observasi menunjukkan bahwa sebagian besar peserta masih memiliki keterbatasan dalam memahami pemasaran digital, membuat konten promosi, mengelola marketplace, serta memanfaatkan media sosial sebagai sarana pengembangan usaha.
Berdasarkan hasil identifikasi tersebut, tim PKM merancang materi pelatihan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Materi yang diberikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga praktis sehingga peserta dapat langsung menerapkannya dalam kegiatan usaha sehari-hari.
Kegiatan diawali dengan pembentukan panitia dan koordinasi intensif antara tim dosen Universitas Pamulang dengan tokoh masyarakat setempat. Setelah seluruh persiapan selesai dilakukan, kegiatan resmi dilaksanakan selama tiga hari dengan rangkaian acara yang melibatkan puluhan peserta dari kalangan ibu rumah tangga dan pelaku usaha mikro.
Acara dibuka secara resmi melalui rangkaian kegiatan yang meliputi pembacaan doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta sambutan dari berbagai pihak. Dalam sambutannya, Ketua Tim PKM menjelaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan pengabdian yang mampu memberikan manfaat langsung bagi warga.
Materi pelatihan yang diberikan berfokus pada lima aspek utama yang dianggap penting dalam membangun usaha berbasis digital. Aspek pertama adalah optimalisasi penggunaan media sosial sebagai sarana promosi. Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya membangun identitas usaha melalui foto profil yang menarik, tampilan produk yang profesional, serta penggunaan media sosial sebagai etalase digital untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.
Para peserta juga diajarkan teknik dasar fotografi produk menggunakan perangkat sederhana seperti telepon genggam. Tim dosen menjelaskan bahwa kualitas visual produk memiliki pengaruh besar terhadap keputusan pembelian konsumen. Oleh karena itu, pelaku usaha perlu memperhatikan pencahayaan, komposisi gambar, serta tampilan produk agar terlihat menarik dan meyakinkan.
Selain optimalisasi media sosial, peserta juga
memperoleh pelatihan mengenai penggunaan marketplace. Dalam sesi ini, peserta
diperkenalkan dengan berbagai platform e-commerce yang populer di Indonesia
serta langkah-langkah praktis dalam membuka dan mengelola toko online.
Tim dosen memberikan demonstrasi langsung mengenai cara mengunggah produk, menentukan harga, menulis deskripsi produk, menambahkan variasi produk, hingga mengelola penilaian pelanggan. Materi ini menjadi salah satu sesi yang paling diminati peserta karena banyak di antara mereka yang sebelumnya belum pernah memanfaatkan marketplace secara optimal.
Pelatihan berikutnya membahas tentang pembuatan konten promosi yang efektif. Peserta diajak memahami bagaimana konten digital dapat mempengaruhi minat dan keputusan pembelian konsumen. Tim pemateri menjelaskan bahwa konten yang menarik tidak selalu memerlukan biaya besar, tetapi membutuhkan kreativitas dan pemahaman terhadap kebutuhan pasar.
Berbagai contoh konten promosi ditampilkan untuk memberikan inspirasi kepada peserta. Mulai dari foto produk yang menarik, video singkat promosi, hingga strategi pemberian diskon dan program gratis ongkos kirim yang terbukti efektif dalam meningkatkan minat pembeli di platform digital.
Tidak hanya itu, peserta juga mendapatkan pelatihan mengenai copywriting atau teknik menulis kalimat promosi yang mampu menarik perhatian konsumen. Dalam sesi ini, peserta belajar menyusun narasi pemasaran yang singkat, jelas, dan persuasif tanpa terkesan berlebihan.
Materi copywriting mendapat respons positif karena dinilai sangat membantu peserta dalam membuat deskripsi produk yang lebih menarik. Sebelumnya, banyak pelaku usaha hanya menuliskan informasi produk secara sederhana tanpa mempertimbangkan aspek pemasaran yang dapat mempengaruhi minat calon pembeli. Sebagai pelengkap strategi pemasaran digital, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya membangun hubungan baik dengan pelanggan. Tim dosen menjelaskan bahwa keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh jumlah transaksi, tetapi juga oleh kemampuan menjaga loyalitas konsumen.
Peserta diajak memahami berbagai cara sederhana untuk meningkatkan hubungan dengan pelanggan, seperti memberikan pelayanan yang ramah, merespons pertanyaan dengan cepat, hingga memanfaatkan media digital untuk menjaga komunikasi secara berkelanjutan. Strategi ini diharapkan dapat membantu pelaku usaha menciptakan pelanggan yang loyal dan berpotensi melakukan pembelian berulang.
Selama kegiatan berlangsung, suasana diskusi berjalan sangat interaktif. Banyak peserta yang aktif bertanya mengenai berbagai kendala yang mereka hadapi dalam menjalankan usaha. Mulai dari kesulitan membuat konten, rendahnya penjualan online, hingga cara menghadapi persaingan yang semakin ketat di dunia digital. Tim dosen memberikan pendampingan secara langsung dengan pendekatan yang sederhana dan mudah dipahami. Metode ini membuat peserta lebih percaya diri dalam mencoba berbagai strategi yang telah dipelajari selama pelatihan.
Salah satu hal yang menarik dari kegiatan ini adalah meningkatnya kesadaran peserta mengenai pentingnya penguasaan teknologi dalam mendukung usaha. Banyak peserta mengaku sebelumnya merasa kesulitan dan bahkan takut menggunakan platform digital karena menganggap teknologi sebagai sesuatu yang rumit.
Namun setelah mengikuti pelatihan, mereka mulai memahami bahwa teknologi justru dapat menjadi alat yang mempermudah pengembangan usaha. Dengan memanfaatkan smartphone dan koneksi internet, pelaku usaha kini dapat menjangkau konsumen dari berbagai wilayah tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan plakat kepada tokoh masyarakat setempat sebagai simbol kerja sama dan komitmen bersama dalam mendukung pemberdayaan masyarakat. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama yang berlangsung penuh keakraban. Pada hari terakhir, tim dosen dan tokoh masyarakat mengadakan pertemuan evaluasi untuk membahas hasil kegiatan serta peluang kerja sama lanjutan. Dalam diskusi tersebut, muncul harapan agar program serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga dampaknya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, kegiatan PKM ini dinilai berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai digital marketing dan pemanfaatan teknologi untuk pengembangan usaha. Peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga motivasi untuk mulai mengembangkan usaha secara lebih serius melalui platform digital. Tim pelaksana berharap pelatihan ini menjadi langkah awal bagi lahirnya lebih banyak wirausaha perempuan yang mandiri, kreatif, dan mampu bersaing di era ekonomi digital. Dengan semakin banyaknya ibu rumah tangga yang memiliki keterampilan digital, peluang peningkatan pendapatan keluarga juga akan semakin besar.
Program Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilaksanakan Universitas Pamulang di Kelurahan Pondok Benda menjadi bukti bahwa transformasi digital dapat dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga dan komunitas. Dengan bekal keterampilan yang tepat, para ibu rumah tangga mampu menjadi penggerak ekonomi keluarga sekaligus agen perubahan dalam pembangunan masyarakat yang lebih maju, produktif, dan berdaya saing.
Sumber:
Kumara, D., Dhiani, H. P., & Wardani, S. (2022). Analisis strategi komunikasi pemasaran dalam upaya meningkatkan penjualan UKM di Pondok Pesantren Yatim Al Hanif. Jurnal Madani: Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Humaniora, 5(2), 100-120.
Dimyati, A., Kumara, D., & Utomo, N. A. (2023). Pengembangan Digital Content Marketing untuk Optimasi Usaha Mikro di Desa Ciampe Udik Kecamatan Ciampea. Dedikasi PKM, 4(2), 180-185.
Dhiani, H. P., Kumara, D., & Wardani, S. (2021). Pengaruh Pelayanan Prima dan Harga terhadap Kepuasan Pelanggan pada Rumah Makan dan Pemancingan Warung Bambu di Serpong Tangerang Selatan. Jurnal Semarak, 4(3), 115-135.
Kumara, D., & Wardani, S. (2025). Digital Communication Analysis on the Marketing of SME’s (Small and Medium Enterprises) by Karang Taruna of Ciampea Udik Village in the Era of Globalization. Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia (JIM-ID), 4(7), 727-733.