Oleh:
Elisa Ivana Nugroho (251010503488)
Fitri Dwi Nuraini (251010501712)
Mutia
Zaini (251010504133)
Salsabila Mutiara (251010502450)
Syaif Burhanudin Arfan
(251010503317)
Mahasiswa Universitas Pamulang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Prodi Manajemen Program Sarjana
Penyesuaian
dalam menghadapi perkembangan teknologi.
Kemajuan
teknologi yang berlangsung sangat cepat telah membawa perubahan besar dalam
cara kerja di dalam organisasi. Pekerjaan yang dulunya dilakukan secara manual
kini banyak yang beralih ke sistem digital. Berbagai perangkat seperti software,
aplikasi kerja, hingga teknologi kecerdasaan buatan kini menjadi bagian
penting dalam aktivitas sehari-hari di dunia kerja. Kondisi ini menuntut setiap
individu untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tersebut. Namun,
tidak semua orang memiliki kemampuan untuk memahami teknologi, sehingga
sebagian individu mengalami kesulitan untuk mengikuti perubahan. Jika hal
tersebut tidak cepat diatasi akan menghambat kinerja. Oleh karena itu, penting
bagi individu untuk terus belajar, mengikuti pelatihan dan meningkatkan
kemampuan digital agar tetap mampu bersaing di dunia kerja.
ALGORITMA DIGITAL, TANGAN TAK TERLIHAT
KETURUNAN GENGIS KHAN DAN TIMUR LENK YANG MENGUBAH DUNIA
BAGAIMANA HANCURNYA KEKAISARAN AZTEC?
Kemampuan
mengendalikan stres kerja.
Stres
dalam pekerjaan merupakan salah satu tantangan dalam organisasi modern. Beban
kerja yang tinggi, tekanan dari atasan, persaingan antar rekan kerja, serta
tuntutan pencapaian target dapat memicu tekanan mental yang cukup besar. Jika
tidak ditangani dengan baik, stress akan berdampak buruk terhadap kinerja,
kesehatan, dan hubungan sosial di lingkungan kerja. Untuk itu, individu perlu
memiliki kemampuan untuk mengelola stres, seperti mengatur waktu dengan baik,
mengambil waktu istirahat yang cukup, serta menjaga kestabilan emosi. Selain
itu, lingkungan kerja yang baik juga dapat membantu menurunkan tingkat stres.
Dengan pengelolaan yang tepat, individu akan tetap mampu bekerja secara efektif
dan produktif.
Perubahan
cara berkomunikasi.
Perkembangan
teknologi membawa perubahan pada cara komunikasi dalam organisasi. Saat ini,
komunikasi tidak hanya dilakukan secara langsung, tetapi juga melalui berbagai
media digital seperti email ataupun pertemuan virtual. Meskipun hal tersebut
memudahkan tetapi hal tersebut
membawa tantangan tersendiri. Komunikasi melalui media digital sering kali
tidak menggunakan ekspresi yang lengkap, sehingga berpotensi menimbulkan
kesalahpahaman. Oleh karena itu, individu perlu memiliki keterampilan
komunikasi yang baik, baik secara lisan maupun tulisan. Penggunaan bahasa yang
jelas, sopan, dan mudah dipahami sangat penting untuk menghindari
kesalahpahaman. Selain itu, kemampuan mendengarkan juga diperlukan karena
menjadi faktor penting dalam menciptakan komunikasi yang efektif.
Perbedaan
latar belakang dan generasi.
Keberagaman
dalam organisasi merupakan hal yang tidak dapat dihindari. Setiap individu
berasal dari latar belakang budaya, pendidikan, serta generasi yang berbeda.
Perbedaan ini sering kali mempengaruhi cara berpikir, gaya bekerja, dan nilai
yang dianut oleh masing-masing individu. Apabila tidak dikelola dengan baik,
perbedaan tersebut dapat memicu konflik. Namun, jika dimanfaatkan secara positif,
keberagaman justru dapat menjadi kekuatan organisasi. Oleh karena itu, setiap
individu perlu memiliki sikap terbuka, saling menghargai, serta mampu bekerja
sama dengan individu yang memiliki perbedaan. Hal ini akan menciptakan
lingkungan kerja yang harmonis dan produktif.
Menjaga
keseimbangan antara kerja dan kehidupan pribadi.
Menjaga
keseimbangan antara kerja dan kehidupan pribadi di era modern, batas antara
pekerjaan dan kehidupan pribadi semakin kabur, terutama karena adanya teknologi
yang memungkinkan pekerjaan dilakukan di mana saja dan kapan saja. Kondisi ini
sering membuat individu mengalami kesulitan membagi waktu antara pekerjaan dan
kehidupan pribadi. Ketiakseimbangan tersebut dapat menimbulkan kelelahan,
stres, bahkan menurunkan kualitas hidup seseorang. Oleh karena itu, penting
bagi individu untuk mampu mengatur waktu dengan baik, menetapkan batas yang
jelas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, serta menyediakan waktu untuk
beristirahat dan melakukan kegiatan di luar pekerjaan. Keseimbangan ini sangat
penting untuk menjaga kesehatan fisik dan mental.
Kemampuan
menghadapi perubahan dalam organisasi.
Perubahan
merupakan bagian yang selalu ada dalam kehidupan organisasi, baik dalam bentuk
perubahan struktur, kebijakan, maupun sistem kerja. Di era modern, perubahan
terjadi sangat cepat dan terus-menerus, sehingga individu dituntut untuk lebih
siap menghadapinya. Tapi tidak semua individu dapat dengan mudah menerima
perubahan. Sebagian merasa tidak nyaman atau bahkan takut akan hal baru. Oleh
karena itu, dibutuhkan kesiapan mental serta kemampuan
adaptasi yang baik. Individu yang mampu bersikap fleksibel dan terbuka terhadap
perubahan akan lebih mudah berkembang dan bertahan dalam organisasi.
Sumber:
Abidin, J., & Suryani, Y. (2020). Kajian perilaku kelompok dalam organisasi. Jurnal Literasi Pendidikan Nusantara, 1(2), 97–110.
Aprinawati, Lubis, A. A. S., Siringoringo, J. F., Sihombing, W. L., & Khaira, I. (2024). Analisis perilaku individu dalam organisasi: Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja dan dinamika tim dalam lingkungan kerja modern. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP), 7(4), 15957–15960.
Ansori, Indah, R., Suwandi, Salsabila, I., & Firmansyah. (2024). Perilaku individu dalam organisasi. Jurnal Bintang Manajemen (JUBIMA), 2(2), 135–143.
Kumara, D., & Wardani, S. (2025). Digital Communication Analysis on the Marketing of SME’s (Small and Medium Enterprises) by Karang Taruna of Ciampea Udik Village in the Era of Globalization. Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia (JIM-ID), 4(7), 727-733.
Setyawati, I., Wardani, Y., Sopiah. (2025). Peran Individu dalam Organisasi: Tinjauan Literatur Sistematis tentang Perilaku dan Kinerja di Tempat Kerja. Jurnal Ilmu Manajemen, 13(1), 52–63. DOI: 10.26740/jim.v13n1.p52-63
Rahardjo, B. (2020). Kepemimpinan dan Kinerja Karyawan: Hubungan Gaya Kepemimpinan dengan Kinerja di Lingkungan Kerja. Jurnal Manajemen dan Organisasi, 10(2).
Mardiana,
R. (2020). Pengaruh Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan di PT XYZ.
Jurnal Manajemen dan Bisnis, 12(2).