LOGIN
Perilaku Individu Dalam Organisasi: Tantangan Perilaku Individu Dalam Organisasi Di Era Modern
20 June 2026 11:44 WIB 67 Views

Perilaku Individu Dalam Organisasi: Tantangan Perilaku Individu Dalam Organisasi Di Era Modern


Oleh:

Elisa Ivana Nugroho (251010503488)
Fitri Dwi Nuraini (251010501712)
Mutia Zaini (251010504133)
Salsabila Mutiara (251010502450)
Syaif Burhanudin Arfan (251010503317)

Mahasiswa Universitas Pamulang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Prodi Manajemen Program Sarjana

Penyesuaian dalam menghadapi perkembangan teknologi.
Kemajuan teknologi yang berlangsung sangat cepat telah membawa perubahan besar dalam cara kerja di dalam organisasi. Pekerjaan yang dulunya dilakukan secara manual kini banyak yang beralih ke sistem digital. Berbagai perangkat seperti software, aplikasi kerja, hingga teknologi kecerdasaan buatan kini menjadi bagian penting dalam aktivitas sehari-hari di dunia kerja. Kondisi ini menuntut setiap individu untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tersebut. Namun, tidak semua orang memiliki kemampuan untuk memahami teknologi, sehingga sebagian individu mengalami kesulitan untuk mengikuti perubahan. Jika hal tersebut tidak cepat diatasi akan menghambat kinerja. Oleh karena itu, penting bagi individu untuk terus belajar, mengikuti pelatihan dan meningkatkan kemampuan digital agar tetap mampu bersaing di dunia kerja.

ALGORITMA DIGITAL, TANGAN TAK TERLIHAT
KETURUNAN GENGIS KHAN DAN TIMUR LENK YANG MENGUBAH DUNIA
BAGAIMANA HANCURNYA KEKAISARAN AZTEC?

Kemampuan mengendalikan stres kerja.
Stres dalam pekerjaan merupakan salah satu tantangan dalam organisasi modern. Beban kerja yang tinggi, tekanan dari atasan, persaingan antar rekan kerja, serta tuntutan pencapaian target dapat memicu tekanan mental yang cukup besar. Jika tidak ditangani dengan baik, stress akan berdampak buruk terhadap kinerja, kesehatan, dan hubungan sosial di lingkungan kerja. Untuk itu, individu perlu memiliki kemampuan untuk mengelola stres, seperti mengatur waktu dengan baik, mengambil waktu istirahat yang cukup, serta menjaga kestabilan emosi. Selain itu, lingkungan kerja yang baik juga dapat membantu menurunkan tingkat stres. Dengan pengelolaan yang tepat, individu akan tetap mampu bekerja secara efektif dan produktif.

Perubahan cara berkomunikasi.
Perkembangan teknologi membawa perubahan pada cara komunikasi dalam organisasi. Saat ini, komunikasi tidak hanya dilakukan secara langsung, tetapi juga melalui berbagai media digital seperti email ataupun pertemuan virtual. Meskipun hal tersebut memudahkan tetapi hal 
tersebut membawa tantangan tersendiri. Komunikasi melalui media digital sering kali tidak menggunakan ekspresi yang lengkap, sehingga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman. Oleh karena itu, individu perlu memiliki keterampilan komunikasi yang baik, baik secara lisan maupun tulisan. Penggunaan bahasa yang jelas, sopan, dan mudah dipahami sangat penting untuk menghindari kesalahpahaman. Selain itu, kemampuan mendengarkan juga diperlukan karena menjadi faktor penting dalam menciptakan komunikasi yang efektif.

Perbedaan latar belakang dan generasi.
Keberagaman dalam organisasi merupakan hal yang tidak dapat dihindari. Setiap individu berasal dari latar belakang budaya, pendidikan, serta generasi yang berbeda. Perbedaan ini sering kali mempengaruhi cara berpikir, gaya bekerja, dan nilai yang dianut oleh masing-masing individu. Apabila tidak dikelola dengan baik, perbedaan tersebut dapat memicu konflik. Namun, jika dimanfaatkan secara positif, keberagaman justru dapat menjadi kekuatan organisasi. Oleh karena itu, setiap individu perlu memiliki sikap terbuka, saling menghargai, serta mampu bekerja sama dengan individu yang memiliki perbedaan. Hal ini akan menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan produktif.

Menjaga keseimbangan antara kerja dan kehidupan pribadi.
Menjaga keseimbangan antara kerja dan kehidupan pribadi di era modern, batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi semakin kabur, terutama karena adanya teknologi yang memungkinkan pekerjaan dilakukan di mana saja dan kapan saja. Kondisi ini sering membuat individu mengalami kesulitan membagi waktu antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Ketiakseimbangan tersebut dapat menimbulkan kelelahan, stres, bahkan menurunkan kualitas hidup seseorang. Oleh karena itu, penting bagi individu untuk mampu mengatur waktu dengan baik, menetapkan batas yang jelas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, serta menyediakan waktu untuk beristirahat dan melakukan kegiatan di luar pekerjaan. Keseimbangan ini sangat penting untuk menjaga kesehatan fisik dan mental.

Kemampuan menghadapi perubahan dalam organisasi.
Perubahan merupakan bagian yang selalu ada dalam kehidupan organisasi, baik dalam bentuk perubahan struktur, kebijakan, maupun sistem kerja. Di era modern, perubahan terjadi sangat cepat dan terus-menerus, sehingga individu dituntut untuk lebih siap menghadapinya. Tapi tidak semua individu dapat dengan mudah menerima perubahan. Sebagian merasa tidak nyaman atau bahkan takut akan hal baru. Oleh karena itu, dibutuhkan kesiapan mental serta 
kemampuan adaptasi yang baik. Individu yang mampu bersikap fleksibel dan terbuka terhadap perubahan akan lebih mudah berkembang dan bertahan dalam organisasi.


Sumber:

Abidin, J., & Suryani, Y. (2020). Kajian perilaku kelompok dalam organisasi. Jurnal Literasi Pendidikan Nusantara, 1(2), 97–110.

Aprinawati, Lubis, A. A. S., Siringoringo, J. F., Sihombing, W. L., & Khaira, I. (2024). Analisis perilaku individu dalam organisasi: Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja dan dinamika tim dalam lingkungan kerja modern. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP), 7(4), 15957–15960.

Ansori, Indah, R., Suwandi, Salsabila, I., & Firmansyah. (2024). Perilaku individu dalam organisasi. Jurnal Bintang Manajemen (JUBIMA), 2(2), 135–143.

Kumara, D., & Wardani, S. (2025). Digital Communication Analysis on the Marketing of SME’s (Small and Medium Enterprises) by Karang Taruna of Ciampea Udik Village in the Era of Globalization. Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia (JIM-ID)4(7), 727-733.

Setyawati, I., Wardani, Y., Sopiah. (2025). Peran Individu dalam Organisasi: Tinjauan Literatur Sistematis tentang Perilaku dan Kinerja di Tempat Kerja. Jurnal Ilmu Manajemen, 13(1), 52–63. DOI: 10.26740/jim.v13n1.p52-63

Rahardjo, B. (2020). Kepemimpinan dan Kinerja Karyawan: Hubungan Gaya Kepemimpinan dengan Kinerja di Lingkungan Kerja. Jurnal Manajemen dan Organisasi, 10(2).

Mardiana, R. (2020). Pengaruh Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan di PT XYZ. Jurnal Manajemen dan Bisnis, 12(2).