LOGIN
Sensitivitas Atau Elastisitas Produk : Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global
30 June 2026 10:04 WIB 37 Views

Sensitivitas Atau Elastisitas Produk : Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global


Penulis Oleh:

Aulia Nurrahmawati Azizah (231010506587)
Donni Agus Prasetyo (231010504019)
Miranda Fathya Firdaus (231010506479)
Zelda Salsabila (231010503444)

Mahasiswa Universitas Pamulang, Prodi Manajemen

Kenapa Elastisitas Jadi Kunci di Era Ketidakpastian Ekonomi Global?
Konsumen mungkin lebih berhati-hati saat mengeluarkan uang mereka di tengah ekonomi global yang tidak stabil yang disebabkan oleh konflik geopolitik di Timur Tengah, yang dapat menyebabkan kenaikan harga energi, kenaikan suku bunga AS, atau gangguan rantai pasokan. Data menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi global diperkirakan akan turun menjadi 3,1% pada tahun 2025 dari sekitar 3,3% pada tahun 2024 (BI, 2025). Karena daya beli masyarakat cenderung tertekan, konsumen menjadi lebih sensitif terhadap harga.
Dalam situasi seperti ini, elastisitas permintaan menjadi semakin penting karena membantu perusahaan mengetahui seberapa sensitif konsumen terhadap perubahan harga. Produk yang sebelumnya mungkin tidak terlalu sensitif terhadap harga dapat menjadi lebih elastis ketika daya beli masyarakat mengalami penurunan. Lalu apa peran elastisitas permintaan dalam menentukan strategi penetapan harga produk di era ketidakpastian ekonomi global ? Disini kita sedikit akan membahas mengenai elastisitas permintaan.

Menentukan harga produk adalah hal penting yang harus dikuasai oleh perusahaan dalam berbisnis apalagi di tengah ketidakpastian ekonomi global saat ini. Konsep elastisitas permintaan menjadi relevan di sini. Dasarnya, elastisitas permintaan menggambarkan seberapa besar perubahan jumlah permintaan yang terjadi akibat perubahan harga. Jika harga produk sedikit naik dan permintaan langsung turun banyak, berarti produk tersebut memiliki elastisitas yang tinggi. Sebaliknya, jika harga meningkat namun permintaan tetap tidak berubah, artinya produk tersebut kurang bisa diandalkan.

Saat ini konsumen lebih sensitif terhadap perubahan harga. Ini terlihat pada UMKM Teras Stik, di mana kenaikan harga sekitar 15% hingga 20% menyebabkan penurunan penjualan sekitar 20%. Perubahan harga kecil dapat mengubah jumlah permintaan secara signifikan, jadi ini menunjukkan permintaan bersifat elastis. Maka dari itu, faktor penting dalam keputusan pembelian konsumen adalah harga. Sensitivitas konsumen dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti jumlah produk alternatif yang tersedia dan persepsi mereka tentang nilai produk. Konsumen biasanya menanggapi kenaikan harga dengan mencari barang lain dengan harga lebih rendah atau dengan harga yang lebih rendah. Dampak dari kondisi ini tidak hanya menurunkan penjualan, tetapi juga menghambat perkembangan usaha karena terganggunya arus kas dan sulitnya melakukan inovasi produk.

Tantangan ekonomi global, termasuk inflasi, kenaikan harga barang, gangguan rantai pasok, dan konflik geopolitik, memberikan tantangan signifikan bagi komunitas bisnis di seluruh dunia. Situasi ini menyebabkan biaya produksi meningkat dan daya beli masyarakat umum menurun, sehingga bisnis harus mampu menerapkan strategi penetapan harga yang tepat untuk mempertahankan keunggulan kompetitif. Untuk mengatasi situasi ini, banyak bisnis menggunakan strategi penetapan harga yang lebih fleksibel, seperti penetapan harga berbasis nilai yang berfokus pada harga konsumen, penetapan harga tersegmentasi yang menargetkan segmen pasar yang berbeda, dan promosi, seperti bundling dan diskon. Selain itu, penggunaan teknologi melalui penetapan harga dinamis membantu bisnis menyesuaikan harga dengan kondisi pasar. Bisnis dapat meningkatkan penjualan dan loyalitas pelanggan di tengah penurunan ekonomi global dengan menggunakan strategi yang adaptif.

Adaptasi Bisnis: Kunci Bertahan di Era Ketidakpastian
Di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu, para pengusaha diharapkan untuk lebih cepat beradaptasi dalam menjalankan usaha mereka. Perubahan dalam kemampuan belanja dan perilaku konsumen yang semakin teliti membuat pendekatan lama tidak selalu cocok lagi. Oleh karena itu, kemampuan untuk memahami kondisi pasar menjadi krusial, seperti dengan menyesuaikan harga, ukuran produk, atau menyediakan opsi yang lebih terjangkau agar tetap memenuhi kebutuhan konsumen.

Dalam kondisi ketidakpastian ekonomi global saat ini, elastisitas harga memainkan peran penting dalam membantu bisnis mengembangkan strategi penetapan harga yang tepat. Pergeseran ekonomi membuat konsumen lebih sensitif terhadap harga, sehingga bisnis harus memahami dinamika pasar sebelum mengambil keputusan.

Sumber Bacaan:

Setyawan, dkk. (2024). Organizational adaptation strategies confronting environmental uncertainty in the modern business era. Jurnal Ilmiah Manajemen Ekonomi dan Akuntansi (MEA), 8(3), 3201–3215.

Bank Indonesia, (2025). Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan. Jakarta:Bank Indonesia.

Kumara, D., & Wardani, S. (2025). Digital Communication Analysis on the Marketing of SME’s (Small and Medium Enterprises) by Karang Taruna of Ciampea Udik Village in the Era of Globalization. Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia (JIM-ID)4(7), 727-733.

Wijaya, Dkk, (2025). Penerapan Analisis Permintaan dan elastisitas harga untuk pengembangan produk UMKM teras Steak.

Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. (2023). Laporan Perkembangan Perdagangan Indonesia. Jakarta: Kemendag RI.

Bank Indonesia. (2023). Laporan Perekonomian Indonesia. Jakarta: Bank Indonesia.

Badan Pusat Statistik. (2023). Statistik Indonesia 2023. Jakarta: BPS.